Blogdetik di Pesta Blogger+ 2010

Ikut lomba teriak ‘BLOG DETIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIKKKKKKKKK

Penampungan Ide untuk Negeri

Apa sih era-nya millenium ketiga? Para professor menjawab, “era informasi!” lalu dunia meng-iya-kan. Seperti yang sedang kita lakukan saat ini, kita berkutik dengan ‘gadget’ dan menelurkan ide sebuah alat yang besarnya tak sebesar daun jati tapi lebih dalam dari danau. Ide adalah uang. Apapun bentuknya, kertas, koin atau informasi–ide adalah uang–ide itu sangatlah penting sebagaimana uang. Namun, kadang ide itu lucu. Ide seperti undian tiga detik–jika kebetulan ia datang, haruslah diambil; jika tidak, maka tiga detik kemudian undian itu tidak berlaku lagi.

Untuk itulah, media informasi dan komunikasi hadir sebagai penangkap ide dan para ide yang masih bayi ini dapat diintegrasikan dengan ide-ide lain untuk berkembang sejalan dengan kedewasaan masyarakat dalam mengolah informasi. Secara sederhana, bagi saya anak SMA sekaligus blogger yang menyediakan videocast & podcast pelajaran, makna media informasi dan komunikasi menjadi krusial. Ketika tugas sekolah menyeruak, sedangkan jadwal uang dan jarak kapasitasnya cekak, media informasi dan komunikasi seperti jejaring sosial facebook dan twitter, email dan blog menjadi solusi tepat. Dalam tiga detik, dokumen-dokumen bersatu; kolaborasi dan ’sharing’ semakin aktif; dan bagi para ‘audio visual’ learner, “selamat!” kita dibantu oleh teknologi murah meriah ini. Para pembelajar riang semua senang. Untunglah, ada media yang memajukan siswa, pendidikan, dan lebih jauh akan menjadi sebuah langkah awal untuk pembangunan itelektualitas.

Hampir tidak mungkin mengatakan tidak pada perkembangan informasi dan komunikasi di era ini, dan agar semuanya terus berlanjut, keberadaan operator yang menjunjung tinggi nilai kebutuhan pelanggannya sangat didambakan. Operator adalah bibir kedua yang harus menjawab “akankah pembangunan ini tetap berlangsung secara adil dan merata?”. Karena perubahan harus dimulai dari nurani, kita pilih operator yang mampu menyediakan fasilitas koneksi yang murah, supaya mereka bisa menjadi operator yang besar dan membesarkan pembangunan di negeri yang (katanya) disebut raksasa tidur. Kata siapa? Tunggu generasi baby-boom yang akan menjadi motor besar penggerak negeri ini. Ya, ide-ide ini harus ada yang mengurusi. Dialah kekayaan kita.

Saya mencari operator seluler yang mau mendukung putra-putri Indonesia melanjutkan pembangunan intelektualitas bangsa. XL? Bersedia?

gambar dari promobook.co.cc

#xlaward2010

untukmu yang semakin tua,

Bandung, 20 Agustus 2010

untukmu yang semakin tua,

dariku yang kerap berharap untuk tuamu yang suka..

Happy getting older, Tina Toon :) Here I am to send you some wishes.

Nona bolo-bolo yang cantik,
dulu, waktu kecil, saya sirik dengan Tina Toon karena goyang ngebor dan bolo-bolo. Keduanya begitu berkenan di hati warga seantero Indonesia. Masa kecil yang lugu karena dulu saya perlu merasa sirik-sirikan dengan Tina :) Iya, karena saya juga seorang penyanyi. Ehem, maksudnya, saya penyanyi kampung yang mau disewa oleh orang tua teman saya untuk nyanyi di RW orang. Untuk itu, pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih karena telah mewarnai masa kecil saya.

Nona Agustina Hermanto yang baik,
Januari lalu saya juga berumur 17–Angka yang sama dengan Tina–sebuah angka yang dianggap sakral karena label “dewasa” sudah melekat pada diri kita. KTP kita, kewajiban kita pada negara, tegaknya hukum pada seorang warga negara berumur 17 tahun, sedikit legal mengecup cinta dan keleluasaan kita dalam mengakses banyak pilihan akan menjadi hadiah baru dari Tuhan. Dan seperti pedang bermata dua, 17 juga merupakan cobaan baru yang implisit. Itulah hidup, perubahan, waktu dan tua. Benar kata para pujangga, “kita tidak bisa menolak untuk menjadi tua, tapi, untuk menjadi dewasa, kita bisa tentukan sendiri“. Bagiku, dan (semoga) bagimu, umur adalah sebuah hijrah. Untuk itu, yang kedua, aku selalu berdo’a untuk Tina, semoga dapat hijrah ke tempat yang lebih baik.

Putri Papa T. Bob yang manis,
dulu saya kira Tina itu putrinya papa T. Bob loh! Dicuci otak oleh infotainment-kah saya? Hahaha.. Aku becanda, Tin. Doaku yang ketiga, aku berdo’a semoga karir Tina lancar. Banyak orang yang mengekuivalenkan nama karir di dunia infotainment dengan “tenar” tapi do’aku untuk Tina tidak seperti itu. Do’aku adalah untuk keberhasilan Tina menjadi seorang seniman musik yang baik, yang selalu mampu memegang teguh nilai-nilai keartisannya dengan bungkusan tanggung jawab moral dalam setiap kata di dalam lagu-lagunya, dengan inspirasi di setiap kalimat dalam lagu-lagunya dan dengan pemberi corak baru di setiap lagu-lagunya.

Tina Toon yang hebat,
Hebatkanlah dirimu dengan menjadi anak yang berbakti kepada nusa, bangsa dan agamamu.

Any piece of mail dearest Mrs. Toon

May God soften the pillow you rest your head on when the night is coming; may He make smooth the path you walk by day. Aamiin

From I who wish for your best in your elder

Semoga tahun depan dan selanjutnya saya bisa mengucapkan lagi “Selamat Ulang Tahun, Tina Toon!”

Dari teman (yang sangat jauh tempat dan kekerabatannya)
Ratna Hartiningtyas, 17 tahun

100110 adalah bilanganbiner dari 38

Jakarta-Bandung: 2 jam. Sekolah-rumah: 2,5 jam. *sesaknapas*

Make You Feel My Love

When the rain
Is blowing in your face
And the whole world
Is on your case
I could offer you
A warm embrace
To make you feel my love

When the evening shadows
And the stars appear
And there is no one there
To dry your tears
I could hold you
For a million years
To make you feel my love

I know you
Haven’t made
Your mind up yet
But I would never
Do you wrong
I’ve known it
From the moment
That we met
No doubt in my mind
Where you belong

I’d go hungry
I’d go black and blue
I’d go crawling
Down the avenue
No, there’s nothing
That I wouldn’t do
To make you feel my love

The storms are raging
On the rolling sea
And on the highway of regret
Though winds of change
Are throwing wild and free
You ain’t seen nothing
Like me yet

I could make you happy
Make your dreams come true
Nothing that I wouldn’t do
Go to the ends
Of the Earth for you
To make you feel my love

Pandu

Jum’at merindu: Lapangan riuh gemuruh, celetuk anak-anak mau remaja. Ada yang sibuk, ada yang mencari kesibukan. Anak SMP memang masih lucu-lucunya. Tidak sempat untuk punya nafsu diam saja, seperti duduk manis dan berpikir dalam-dalam. Mereka banyak bersilat dengan suasana, gerayangi kesempatan-kesempatan berceloteh dan selalu mau iseng mencari nafas yang selalu seru. Itulah caranya mereka berpikir. Tidak pakai sinisme, tidak berbumbu, tidak ruwet biar seabrek, tidak merasa penuh, Tidak kenal apa itu peluh. Kesenangan dan permainan. Itu menyenangkan untuk menjadi anak SMP (lagi). Ohoo!

Cahaya matahari sore dari siang yang riang menyela udara yang sesak dengan riak dan semangat–SMP Negeri 1 Cimahi.

“Siaap grak!” anak laki-laki itu sigap, badannya tegap dan bersuara agak berat.

Bendera. Sang merah putih turun dan tiba-tiba tak satu pun suara mau bersua pada nyawa-nyawa.
Sekerjap. Siapa-siapa yang di sana bersikap sempurna, hormat pada bendera.
Tidak pakai kata. Tidak ada kata.

Cuma suara gesek-gesek kerek bendera waktu ia turun dari atas ke bawah, pelan-pelan.

..

..

..

..

..

..

..

..

..

Benderanya sudah sampai di tangan anak kecil penurun bendera,

BOM!

Anak-anak itu tiba-tiba lagi: buncah lagi geliatnya mekar lagi kelakarnya. Main dan sorak sorai seperti biasa. Seperti kebanyakan anak SMP lainnya–lari-lari semaunya hati ke mana.

***

Di SMP ini aku ditempa. Padanya, ada keringat-keringat yang bau dan lucu. Lucu karena selalu punya haru. Menjadi pramuka dan mencari hakikat yang tidak tidak dicari banyak orang. Bangsa, negara, agama, anak-anak, kepanduan.

Satyaku kudharmakan
Dharmaku kubaktikan

Kelak anak-anak ini selalu mengenang tiga menit di hari Jum’at, yang dipingit darinya rasa bangga punya merah putih di dada.

Day

Hey! Sip sip! Kamu yang di depan dunia minimize. Di depan layar ini, saya mau duduk manis dulu. Bicara dari hati ke hati yang terhubung antara celah sempit di selubung langit. Teman-teman on-line, saya baru saja selesai ujian semester. Wah! Hebat! Pusing-pusing seminggu lumayan juga. Hiyaat! Saya akan datang kembali ke dunia perbloggeran dan menulis dan terus menulis. Tapi, sekarang masuk semester dua dan saya nggak punya banyak waktu untuk bermain seperti dulu kala. Doh!

Btw, thanks for blogdetik. Saya dapet kiriman kaos dengan nama domain blog pribadi saya. Hihi :) Asyik! Maaf belum bisa kasih screenshotnya. Kebetuan kamera saya dibawa sama ayah ke luar kota. Menyusul ya! :D

Menulis

Jika aku mati dan sendiri di dalam barzah-ku nanti, aku akan tetap bicara padamu. Dari tulisan-tulisanku di sini.

Temen-Temen

Maaf, saya cuma bisa sombong karena pernah kenal bahkan menyentuh suara, melihat hati, mendengar muka yang asli dan merasakan kehadiran manusia-manusia ini.

chyko didi uya tatang mansur nita didn’t ejey ami pury bokis

Next Page »